BERAU JB.ONLINE — Kabut asap yang sempat menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mulai berangsur memudar. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat persoalan kesehatan masyarakat dapat dianggap selesai.
Dampak paparan asap terhadap saluran pernapasan masih menjadi perhatian, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Salah satu penyakit yang perlu menjadi perhatian adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Paparan asap dan partikel halus di udara dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk keluhan seperti batuk, sesak napas, tenggorokan terasa perih, hingga iritasi mata.
Meski kabut asap mulai menipis, pemerintah dan fasilitas kesehatan tetap perlu melihat perkembangan data kasus ISPA secara berkala. Data tersebut penting untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan kunjungan atau kasus selama periode kabut asap dibandingkan kondisi normal.
Persoalannya, penurunan jarak pandang akibat asap yang mulai berkurang tidak otomatis berarti kualitas udara telah sepenuhnya aman. Kondisi udara dapat berubah kembali, terutama apabila sumber asap masih terdapat di sejumlah lokasi dan faktor cuaca mendukung akumulasi polutan.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak hanya berpatokan pada kondisi visual. Jika udara kembali berasap atau berbau menyengat, penggunaan masker yang sesuai, mengurangi aktivitas luar ruangan, serta menjaga ventilasi rumah tetap baik dapat menjadi langkah pencegahan.
Pemerintah daerah juga dinilai perlu membuka informasi secara transparan mengenai perkembangan kualitas udara dan data penyakit ISPA di wilayah Berau selama periode terdampak kabut asap.
Data kesehatan menjadi penting bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan sebagai dasar evaluasi. Jika terdapat peningkatan kasus ISPA selama periode kualitas udara memburuk, informasi tersebut dapat menjadi bahan pemerintah untuk memperkuat langkah pencegahan dan perlindungan masyarakat.
Kabut asap boleh saja mulai memudar. Namun, kewaspadaan terhadap dampaknya terhadap kesehatan masyarakat tidak boleh ikut menghilang.
“Rudi’S”

