Hanura Gunakan Logo Baru Kepala Singa, DPD Kaltim: Simbol Keberanian dan Semangat Perjuangan

KALIMANTAN TIMUR, BERAU JURNALISBERAU — Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) memperkenalkan identitas visual baru berupa logo kepala singa. Perubahan tersebut menjadi bagian dari pembaruan identitas partai yang dalam materi publikasi Hanura disebut berkaitan dengan perubahan AD/ART terbaru.

‎Dalam poster yang beredar, logo baru Hanura ditampilkan dengan dominasi warna emas, merah, hitam, dan putih, serta bentuk kepala singa yang dipadukan dengan huruf

‎“H” sebagai identitas Hanura.

‎Materi tersebut juga mencantumkan slogan “Bersatu Hati, Maju Bersama, Untuk Indonesia” serta pesan “Daerah Berdaya Indonesia Sejahtera.”

‎Singa Jadi Simbol Keberanian

‎Dalam penjelasan yang tercantum pada poster, sosok singa dimaknai sebagai simbol keberanian, kepemimpinan, kekuatan, dan kebijaksanaan.

‎Sementara warna emas disebut merepresentasikan semangat kemuliaan, kejayaan, optimisme, serta harapan terhadap masa depan yang lebih baik.

‎Adapun warna merah dimaknai sebagai semangat perjuangan, keberanian dan kecintaan terhadap Tanah Air Indonesia.

‎Bagian wajah berwarna putih disebut merepresentasikan ketulusan, integritas, kejujuran dan niat yang bersih dalam melayani.

‎Sedangkan bentuk perisai dimaknai sebagai simbol perlindungan, keteguhan dan keberanian menghadapi tantangan.

‎Dalam narasi yang dimuat pada poster, logo baru Hanura diposisikan sebagai simbol semangat perjuangan yang lebih berani, kuat dan kokoh dalam menjaga amanah rakyat.

‎Poster tersebut menyebut Hanura berkomitmen membawa perubahan nyata menuju Indonesia yang sejahtera dan bermartabat.

‎Di tingkat Kalimantan Timur, materi publikasi itu mencantumkan nama H. Marsdik, S.T., M.M. sebagai Ketua DPD Partai Hanura Kaltim.

‎Sementara pada materi sebelumnya yang beredar di Kabupaten Berau, tercantum Ir. H. Agus Wahyudi, M.M. sebagai Ketua DPC Hanura Kabupaten Berau.

‎Hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada media ini oleh Nasri, Sekjen DPC Partai Hanura, Kabupaten berau, Terkait penggunaan logo baru tersebut.

‎‎Nasri menjelaskan, perubahan logo bukan sekadar pergantian desain visual, melainkan telah menjadi bagian dari ketentuan dalam AD/ART terbaru Partai Hanura.

‎“Yang jelas, terkait dengan logo itu sudah sesuai dengan AD/ART terbaru, AD/ART revisi Partai Hanura,” ujar Nasri saat dikonfirmasi.

‎Menurutnya, salah satu poin yang tercantum dalam AD/ART terbaru adalah perubahan lambang partai. Hanura yang sebelumnya menggunakan logo lama kini beralih menggunakan lambang kepala singa.

‎“Jadi dari logo lama, kita sudah beralih ke logo baru, kepala singa,” jelasnya.

‎Perubahan identitas ini tentu menjadi momentum penting bagi struktur Hanura di daerah untuk menerjemahkan simbol baru tersebut ke dalam kerja politik yang nyata.

‎Sebab, logo yang gagah dan pesan tentang keberanian pada akhirnya akan diuji bukan hanya melalui baliho, poster maupun atribut partai, tetapi melalui seberapa kuat Hanura hadir menyerap aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

‎Penggunaan logo kepala singa juga membawa tantangan bagi Hanura untuk membuktikan bahwa perubahan identitas organisasi berjalan seiring dengan penguatan konsolidasi internal dan pelayanan politik kepada masyarakat.

‎‎Dengan semangat “Bersatu Hati, Maju Bersama, Untuk Indonesia”, Hanura diharapkan tidak berhenti pada perubahan simbol, tetapi mampu menjadikan identitas baru tersebut sebagai energi untuk memperkuat mesin partai hingga tingkat daerah.

‎‎Logo boleh berubah. Warna boleh berganti. Namun ukuran keberhasilan partai tetap berada pada satu hal: seberapa nyata perjuangannya dirasakan rakyat.

‎‎”Rudi’S”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *