Bersihkan Data Sebelum Besarkan Program MBG, Anggaran Besar Harus Diiringi Akuntabilitas

JB. Online _ BERAU — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak. Namun, besarnya skala program tidak boleh hanya diukur dari besarnya anggaran dan jumlah penerima manfaat.

Sebelum program diperluas, persoalan paling mendasar justru harus dibereskan: data harus valid, dapur harus benar-benar tersedia, dan seluruh proses pelaksanaannya harus dapat dipertanggungjawabkan.

‎‎Validasi data menjadi penting agar tidak terjadi ketidaktepatan sasaran. Data jumlah penerima manfaat, satuan pendidikan, kebutuhan bahan pangan hingga kapasitas produksi dapur harus dipastikan sesuai kondisi di lapangan.

‎‎Jangan sampai program yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat justru menghadapi persoalan administratif karena data yang tidak sinkron.

‎‎Selain data, kesiapan dapur juga menjadi faktor krusial. Infrastruktur pengolahan makanan harus benar-benar tersedia dan memenuhi standar yang ditetapkan. Kapasitas produksi pun harus sebanding dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani.

‎Sebab, memperbesar cakupan program tanpa memastikan kemampuan dapur berpotensi menimbulkan persoalan baru, mulai dari kualitas makanan, ketepatan distribusi hingga pengawasan keamanan pangan.

‎Program besar membutuhkan sistem pengawasan yang sama besarnya.

‎Setiap rupiah anggaran harus dapat ditelusuri penggunaannya. Setiap penyedia dan pelaksana harus memiliki peran yang jelas. Begitu pula dengan mekanisme pengadaan bahan pangan, distribusi, hingga pertanggungjawaban hasil pelaksanaan.

‎Transparansi bukan sekadar formalitas. Dalam program yang menggunakan anggaran negara dan menyangkut kepentingan masyarakat luas, transparansi merupakan bagian penting dari pertanggungjawaban publik.

‎Karena itu, evaluasi dan pembersihan data seharusnya dilakukan sebelum ekspansi program. Data yang bermasalah harus diperbaiki, penerima manfaat harus diverifikasi, kapasitas dapur harus dihitung ulang, dan seluruh rantai pelaksanaan harus diperiksa. ‎Jangan sampai program dibesarkan lebih dulu, sementara fondasinya belum dibenahi.

‎MBG pada akhirnya bukan sekadar persoalan berapa banyak makanan yang dibagikan. Ukuran keberhasilannya adalah apakah makanan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak, memiliki kualitas dan kandungan gizi yang sesuai, diproduksi melalui sistem yang aman, serta dikelola secara transparan dan dapat diaudit.

‎Masyarakat berhak mendapatkan program yang bukan hanya besar dalam angka, tetapi juga bersih dalam data, kuat dalam pelaksanaan, dan jelas dalam pertanggungjawaban.

‎Sebelum memperbesar program, satu hal yang harus dipastikan terlebih dahulu: bereskan datanya, pastikan dapurnya, awasi kerjanya, dan buka pertanggungjawabannya.

 

“Rudi’S”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *