JURNALISBERAU.ONLINE _ TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau memperpanjang pelaksanaan kegiatan belajar dari rumah (BDR) bagi peserta didik menyusul kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini masih terjadi di sejumlah wilayah.

Dampak karhutla berupa kabut asap dinilai masih berpotensi mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus karena kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia), lebih berisiko terdampak.
Bupati Berau Sri Juniarsih menerbitkan Surat Edaran Nomor 612 Tahun 2026 tentang Perpanjangan Kesiapsiagaan terhadap Siaga Darurat Karhutla di Kabupaten Berau Tahun 2026.

Melalui surat edaran tersebut, pemerintah daerah memperpanjang kebijakan belajar dari rumah yang sebelumnya berlaku pada 24–26 Agustus 2026 menjadi 27–29 Agustus 2026.
“Kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi anak sekolah diperpanjang mulai tanggal 27–29 Agustus 2026,” demikian bunyi surat edaran tersebut.
Selain mengatur kegiatan pembelajaran, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak karhutla serta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Masyarakat diminta menerapkan protokol kesehatan dan membatasi kegiatan di luar rumah untuk menghindari risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla maupun kondisi cuaca panas.
“Agar masyarakat melakukan penerapan protokol kesehatan. Mengurangi aktivitas luar ruangan untuk menghindari heatstroke dan dampak asap Karhutla,” demikian imbauan dalam surat tersebut.
Pemkab Berau juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala sakit.
Selain itu, masyarakat diminta menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu munculnya sumber api dan meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
Perpanjangan belajar dari rumah ini menjadi langkah pemerintah daerah untuk mengurangi paparan langsung anak-anak terhadap kondisi udara yang terdampak asap, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat selama status siaga darurat karhutla masih berlangsung.

