JURNALISBERAU. ONLINE, BERAU — Pelaksanaan Manuntung Jukut 2026 ditiadakan tahun ini. Keputusan tersebut diambil pemerintah daerah sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca panas ekstrem yang dinilai meningkatkan risiko kebakaran maupun kecelakaan di tengah masyarakat.
Meski kegiatan bakar ikan secara bersama-sama ditiadakan, pemerintah memastikan masyarakat tetap mendapatkan ikan. ” Ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.
Ikan tersebut nantinya akan dibagikan ke kecamatan untuk kemudian dibagikan oleh masyarakat dan dibakar di rumah masing-masing.
Kebijakan tersebut disebut berkaitan erat dengan kondisi cuaca yang belakangan cukup panas. Dengan suhu yang dapat mencapai sekitar 38 derajat Celsius, aktivitas membakar ikan secara terbuka dalam jumlah besar dinilai berpotensi menambah risiko, terutama terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran.
“Cuaca panas, tidak ada membakar-bakar saja sudah panas, apalagi ditambah bakar ikan. Itu yang kita hindari,” jelasnya.
Pemerintah menegaskan, peniadaan Manuntung Jukut bukan dimaksudkan untuk menghilangkan hak masyarakat dalam memperoleh ikan ataupun mengurangi semangat kebersamaan dalam tradisi tersebut. Langkah ini lebih diarahkan untuk mengurangi risiko dan mencegah terjadinya persoalan baru akibat kondisi cuaca ekstrem.
“Kita lebih baik mengurangi risiko daripada kita kena masalah baru. Saya tidak mau ada unsur ketidaksengajaan, kemudian terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Kondisi cuaca panas menjadi perhatian serius karena Berau dinilai termasuk daerah dengan tingkat panas yang cukup tinggi. Karena itu, potensi kebakaran menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam setiap kegiatan yang melibatkan pembakaran secara terbuka.
Dengan skema pembagian ikan ke kecamatan dan pembakaran dilakukan masing-masing di rumah, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat menikmati ikan sebagai bagian dari semangat Manuntung Jukut tanpa menciptakan konsentrasi aktivitas pembakaran dalam jumlah besar.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi dan kegiatan masyarakat tetap perlu menyesuaikan kondisi lingkungan. Semangat Manuntung Jukut tetap dipertahankan, tetapi cara pelaksanaannya disesuaikan demi keselamatan bersama.

“Rudi”S”

