Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Berau Tegaskan Komitmen Jaga Alam dan Perkuat Aksi Iklim

Tanjung Redeb Jurnalisberau.Online – Pemerintah Kabupaten Berau menggelar puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026 di Hotel Mercure, Kamis. Mengusung tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

‎Acara dihadiri langsung oleh Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas, M.Pd., PYM Datu Amir MA, PYM Adji Raden M. Bahkrun, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan perusahaan pertambangan dan perkebunan, serta para camat se-Kabupaten Berau.

‎‎Dalam laporannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, H. Zulkifli Azhari, menyampaikan bahwa kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Berau terus menunjukkan tren yang menggembirakan.

‎Ia mengungkapkan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Berau mengalami peningkatan secara konsisten, dari 75,8 pada 2023, naik menjadi 78,95 pada 2024, hingga mencapai 83,66 pada periode 2025–2026.

‎‎”Capaian ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan hidup Kabupaten Berau berada dalam kategori baik. Ke depan, kami akan terus memperkuat berbagai program yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Zulkifli.‎

‎Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan.‎

‎Untuk menjawab tantangan perubahan iklim, DLHK Berau juga terus mengembangkan berbagai program strategis, di antaranya penanaman mangrove sebagai upaya perlindungan kawasan pesisir, penguatan Program Kampung Iklim (ProKlim), pemulihan lahan kritis yang akan mulai digulirkan pada September 2026, serta pengelolaan sampah berbasis teknologi melalui pembentukan kelompok kebersihan di tingkat RT dan kampanye kebersihan secara berkelanjutan.

‎Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau juga memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang dinilai berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

‎Penghargaan tersebut meliputi Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional, apresiasi PROPER Nasional bagi perusahaan, sertifikat pendukung ProKlim, bantuan alat pirolisis, mesin pencacah sampah organik, kontainer sampah (ambrol), hingga bantuan bibit pohon.

‎Apresiasi khusus juga diberikan kepada World Wide Fund for Nature (WWF) atas dukungannya dalam pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Pulau Derawan.

‎Sementara itu, Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup harus menjadi penggerak aksi nyata, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

‎Ia mengajak seluruh perusahaan yang beroperasi di Berau untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), rehabilitasi lahan pascatambang maupun kawasan perkebunan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

‎Di tengah upaya pengembangan sektor pariwisata daerah, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari implementasi Sapta Pesona.

‎Menurutnya, jumlah petugas kebersihan yang terbatas memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat agar lingkungan tetap bersih, nyaman, dan menarik bagi wisatawan.

‎Karena itu, ia menginstruksikan para camat, lurah, OPD terkait, Pramuka, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta seluruh masyarakat untuk terus menggalakkan budaya gotong royong membersihkan lingkungan, khususnya di jalur-jalur wisata menuju destinasi unggulan seperti Pulau Derawan.

‎Selain itu, Pemkab Berau juga berencana menambah fasilitas kontainer sampah di sejumlah titik rawan serta memperkuat pengawasan guna menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

‎Mengakhiri sambutannya, Sri Juniarsih mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha menjadikan Berau sebagai rumah bersama yang harus dijaga kelestarian alamnya.

‎”Keberhasilan menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama demi mewariskan Berau yang hijau, bersih, dan lestari kepada generasi yang akan datang,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *